Minggu, 05 April 2026

Agama Menjadi Faktor Politik, Selain Etnik dan Budaya dalam Membentuk Sebuah Negara.

"Orang Inggris menggunakan agama sebagai cara untuk membagi orang di India menjadi beberapa kategori," kata Prof Navtej Purewal, peneliti India untuk Dewan Riset Seni dan Kemanusiaan

Nehru dan Gandy menginginkan india merdeka menjadi negara kesatuan  yang merangkul semua agama (Hindu, Budha, Syik dan Muslim) dengan pemerintahan yang terpusat di Delhi. 



Kelompok minoritas terbesar muslim India melihat kelompok mayoritas Hindu India menjadi ancaman kedepan jika hidup bersama didalam sebuah negara. Kekwatiran itu menjadi alasan utama pemerintah koloni Inggris membagi India menjadi dua negara, India Muslim dibagian barat menjadi negara Pakistan terpisah dari India Hindu negara yang beribukota New Delhi

Etnik Mayoritas Menjadi Faktor Politik Dibentuk NKRI.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebuah gagasan Sukarno, "etnik mayoritas" dijadikan faktor politikmembentuk sebuah negara kesatuan yang terpusat di Jawa. 

Gagasan Sukarno dikatakan berhasil setelah mengkudeta, serta membubarkan Negara Federasi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 17 Agustus 1950beda dengan gagasan Nehru dan Gandi, menjadikan "agama" faktor politik dalam mendeklarasi kemerdekaan India dari jajahan Inggris. mempunyai system ketatatanegaraan yang sifatnya: “Sentralistik, kelompok mayoritas mendominasi kelompok minoritas, serta tidak terjamin hak demokrasi dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”. Sifat itu bagian dari sisi gelap yang tidak bisa dipisahkan, dampak dari Negara dikuasai, dikelola, serta dikendalikan oleh kaum oligarki, yang terbentuk dari kelompok mayoritas, mengutamakan kepentingan kekuasaan atas nama negara.

Dua konsep negara kesatuan yang digagas tiga tokoh kemerdekaan di Asia: 

Indonesia wilayah di Asia Tenggara dengan sang tokohnya “Sukarno”  dan India Wilayah di Asia Selatan dengan dua tokohnya “Jawaharlal Nehru  dan Mohandas Gandi”.

Sukarno Presiden Pertama Negara Republik Indonesia: Mengaktualisasi Kembali Peradaban Jawa Kuno di abad XIV, yang tertuang dalam prasasti (kitab) "Nagara Krtagama" karya sastrawan Budha Mpu Prapanca, yang hidup pada masa kejayaan Kerajaan Madja Pahit dibawah kekuasaan raja Hayam Wuruk dengan Patihnya Gadjah Mada (tahun 1350-1389).

Sukarno berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan faktor etnik, yang terpusat di Jawa, setelah mengkudeta dan membubarkan Negara Federasi Republik Indonesia Serikat, pada 17 Agustus 1950 dan menumpas perlawanan politik bersenjata di daerah-daerah bekas Federasi RIS yang melawan NKRI.

Lain halnya dengan Nehru dan Gandy yang menginginkan india merdeka menjadi negara kesatuan  yang merangkul semua agama (Hindu, Budha, Syik dan Muslim) dengan pemerintahan yang terpusat di Delhi. 

Kelompok muslim India minoritas terbesar melihat kelompok mayoritas Hindu India menjadi ancaman kedepan jika hidup bersama didalam sebuah negara yang didominasi oleh kelompok Hindu.



Entri yang Diunggulkan

Nasional Peneliti minta Indonesia terapkan pendekatan dialog dengan kelompok bersenjata Papua ...