"Orang
Inggris menggunakan agama sebagai cara untuk membagi orang di India menjadi
beberapa kategori," kata Prof Navtej Purewal, peneliti India untuk Dewan
Riset Seni dan Kemanusiaan
Nehru dan Gandy menginginkan india merdeka menjadi negara kesatuan yang merangkul semua agama (Hindu, Budha, Syik dan Muslim) dengan pemerintahan yang terpusat di Delhi.
Kelompok minoritas terbesar muslim India melihat kelompok mayoritas Hindu India menjadi ancaman kedepan jika hidup bersama didalam sebuah negara. Kekwatiran itu menjadi alasan utama pemerintah koloni Inggris membagi India menjadi dua negara, India Muslim dibagian barat menjadi negara Pakistan terpisah dari India Hindu negara yang beribukota New Delhi
Etnik Mayoritas Menjadi Faktor Politik Dibentuk NKRI.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebuah gagasan Sukarno, "etnik mayoritas" dijadikan faktor politikmembentuk sebuah negara kesatuan yang terpusat di Jawa.
Gagasan Sukarno dikatakan berhasil setelah mengkudeta, serta membubarkan Negara Federasi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 17 Agustus 1950beda dengan gagasan Nehru dan Gandi, menjadikan "agama" faktor politik dalam mendeklarasi kemerdekaan India dari jajahan Inggris. mempunyai system ketatatanegaraan yang sifatnya: “Sentralistik, kelompok mayoritas mendominasi kelompok minoritas, serta tidak terjamin hak demokrasi dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”. Sifat itu bagian dari sisi gelap yang tidak bisa dipisahkan, dampak dari Negara dikuasai, dikelola, serta dikendalikan oleh kaum oligarki, yang terbentuk dari kelompok mayoritas, mengutamakan kepentingan kekuasaan atas nama negara.
Dua konsep negara kesatuan yang digagas tiga tokoh kemerdekaan di Asia:
Indonesia wilayah di Asia Tenggara dengan sang tokohnya “Sukarno” dan India Wilayah di Asia Selatan dengan dua tokohnya “Jawaharlal Nehru dan Mohandas Gandi”.
Sukarno Presiden Pertama Negara Republik Indonesia: Mengaktualisasi Kembali Peradaban Jawa Kuno di abad XIV, yang tertuang dalam prasasti (kitab) "Nagara Krtagama" karya sastrawan Budha Mpu Prapanca, yang hidup pada masa kejayaan Kerajaan Madja Pahit dibawah kekuasaan raja Hayam Wuruk dengan Patihnya Gadjah Mada (tahun 1350-1389).
Sukarno berhasil membentuk Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan faktor etnik, yang terpusat di Jawa,
setelah mengkudeta dan membubarkan Negara Federasi Republik Indonesia Serikat, pada 17 Agustus
1950 dan menumpas perlawanan politik bersenjata di daerah-daerah bekas Federasi RIS yang melawan NKRI.
Lain halnya dengan Nehru dan Gandy yang menginginkan india merdeka
menjadi negara kesatuan yang merangkul semua agama (Hindu, Budha, Syik dan Muslim) dengan
pemerintahan yang terpusat di Delhi.
Kelompok muslim India minoritas terbesar melihat kelompok mayoritas Hindu India menjadi ancaman kedepan jika hidup bersama didalam sebuah negara yang didominasi oleh kelompok Hindu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar