Konflik Bersenjata TPNPB Melawan TNI-POLRI, Membuka Jalan Intervensi Asing.
Komentar Admin
Oleh: Kristian Griapon
Nugini Barat bisa di intervensi masyarakat
internasional sehubungan dengan eskalasi militer Indonesia di Nugini Barat
dalam jumlah besar, dan telah terjadi konflik bersenjata TPNPB melawan
TNI-POLRI dengan intensitas pelawanan yang kuat dan meningkat, serta mengakibatkan
pelanggaran HAM Berat, baik yang dilakukan TNI-POLRI, maupun TPNPB.
Intervensi dimaksud untuk melindungi dan menjamin hak asasi manusia di Nugini Barat, ketika negara ikut terlibat dalam perang dan tidak bisa mengatasinya, sehingga perang semakin meningkat dan korban masyarakat sipilpun meningkat.
Setiap bentuk intervensi di suatu negara dalam keadaan damai, merupakan bentuk pelanggaran terhdap kedaulatan suatu negara. Namun apabila dalam keadaan konflik/perang bersenjata, intervensi itu menjadi alat masyarakat internasiol untuk penyelesaian damai, dan pemulihan Hak-Asasi Manusia, serta memutus mata rantainya.
Negara-negara di kawasan regional pasifik mengintervensi masalah Nugini Barat berkaitan langsung dengan konflik bersenjata yang terjadi dan meningkat antara TPNPB melawan TNI-POLRI, yang berdampak pada pelanggaran HAM Berat. Jadi intervensi itu bertujuan mencari jalan penyelesaian damai dan mencegah pelanggaran HAM Berat terulang kembali, serta memutus mata rantainya dengan cara masyarakat internasional. Misalnya penyelesaian GAM dan Indonesia, maupun Fretelin dengan Indonesia.
Nugini Barat telah menjadi masalah internasional, berkaitan langsung dengan track record pelanggaran HAM Berat Indonesia yang telah mencadi agenda Dewan HAM PBB,. dan perang TPNPB melawan TNI-POLRI yang semakin kuat dan meningkan, membuka jalan intervensi masyarakat internasional. @Kgr
